Komunikasi Bisnis pertemuan ke-2
Nama : Sekar Ayu Chairunisa
Npm : 1A214105
Kelas : 4EA36
PENGERTIAN PERENCANAAN
PESAN-PESAN BISNIS
Perencanaan
pesan-pesan bisnis merupakan suatu langkah strategis bagi pencapaian tujuan
suatu organisasi secara menyeluruh, dan merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan komunikasi.
I. Pelemahan Konsep Komposisi
Penyusunan
pesan-pesan bisnis meliputi 3 tahap, yaitu :
1. Perencanaan, proses perencanaan
meliputi 3 tahapan penting yang perlu penting yang perlu diperhatikan, yaitu
mendefinisikan tujuan, menganalisis audiens, dan memilih saluran dan media
komunikasi yang akan digunakan.
2. Pengorganisasian,
proses ini dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf, dan memilih
ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya. Perlu
diperhatikan bagaimana menggunakan kata-kata, kalimat, paragraf yang sederhana,
mudah dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan oleh si penerima pesan.
3. Revisi, kalau ternyata belum sesuai, perlu
dilakukan pengecekan sekaligus revisi atau perbaikan seperlunya, sehingga apa
yang telah direncanakan sebelumnya dapat dicapai seefektif mungkin.
II. Penentuan Tujuan
1. Mengapa tujuan harus jelas, tujuan yang
jelas akan membantu mengarahkan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Di
samping itu, penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat
membantu proses membantu pengambilan keputusan yang mencakup, antara lain:
a) Keputusan untuk meneruskan pesan
b) Keputusan untuk menanggapi audiens
c) Keputusan untuk memusatka isi pesan
d) Keputusan untuk menetapkan media yang akan
digunakan
2. Tujuan komunikasi bisnis
Secara
umum ada 3 tujuan komunikasi bisnis, yaitu:
a) Memberi
informasi, adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis
kepada pihak lain.
b) Melakukan
persuasi, adalah melakukan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan
dapat dipahami dengan baik dan benar.
c) Melakukan
kolaborasi, adalah melakukan kerja sama antara seseorang dengan orang lain.
3. Cara Menguji Tujuan
Penentuan
tujuan yang baik tentunya harus mudah diaplikasikan dalam dunia nyata. Oleh
karena itu, untuk menguji apakah suatu tujuan tersebut sudah baik atau belum,
diperlukan pengujian dengan 4 pertanyaan sebagai berikut:
a) Apakah
tujuan tersebut realistik? (Dalam arti bahwa ide atau gagasan yang hendak
disampaikan dapat disesuaikan dengan kemampuan yang ada, seperti kemampuan
finansial, manajerial, sumber daya, dan teknis operasional)
b) Apakah
waktunya tepat? (Dalam menyampaikan suatu ide atau gagasan, hendaknya
dipertimbangkan masalah ketepatan waktu)
c) Apakah
orang yang mengirimkan pesan sudah tepat? (Ketidaktepatan dalam menentukan
siapa yang layak untuk menyampaikan suatu pesan akan berpengaruh terhadap
efektivitas penyampaian suatu pesan)
d) Apakah
tujuannya selaras dengan tujuan organisasi perusahaan? (tujuan penyampaian
suatu pesan hendaknya mengacu pada tujuan organisasi secara keseluruhan)
III. Analisis Audiens
Analisis
terhadap audiens sangat perlu dilakukan, audiens dalam studi komunikasi bisa
individu
ataupun organisasi. Audiens biasanya memiliki pemahaman yang berbeda
beda
atas pesan yang mereka terima. Bila suatu komunikasi telah memiliki maksud
dan
tujuan yang jelas, langkah berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan
dihadapi.
1). Mengembangkan
Profil Audiens
Analisis
terhadap Audiens yang sudah dikenal biasanya relatif lebih mudah dilakukan
tanpa harus melalui penelitian yang rumit. Demikian juga, reaksi atas pesan
yang dikrim kepada orang yang sudah dikenal pada umumnya bisa diperkirakan.
2).
Mengenali penerima primer
Apabila
penerima terdiri dari beberapa orang, perlu dikenali orang-orang terpenting
yang berpengaruh atau bertindak sebagai pengambil keputusan.
3).
Menetapkan jumlah dan komposisi
audiens
Jumlah
penerima juga memengaruhi pesan bisnis. Menulis pesan bisnis yang ditujukan
hanya kepada satu orang akan berbeda dengan pesan bisnis yang ditujukan kepada
banyak orang.
4).
Mengukur Tingkat Pemahaman Audiens
Apabila
penerima memiliki latar belakang yang sama pengirim , maka pada umumnya mereka
dianggap memiliki p[emahaman yang relatif sama terhadap suatru pesan.
5).
Memperkirakan reaki penerima
Cara
mengorganisasikan pesan sangat tergantung pada reaksi yang diperkirakan akan
dilakukan oleh penerima.
6).
Memenuhi Kebutuhan Informasi
Audiens
Pesan
yang baik akan mampu memenuhi semua pertanyaan penerima . Memenuhi kebutuhan
informasi penerima merupakan salah satu kunci sukses pesan bisnis. Ada lima
pedoman yang perlu diperhatikan agar pesan bisnis mampu memenuhi kebutuhan
informasi audiens, yaitu :
- Temukan apa yang ingin diketahui audiens : Tidak semua audiens pandai mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya.
- Antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan :Informasi tambahan yang relevan perlu diberikan untuk mengantisipasi kebutuhan informasi yang tidak disadari oleh audiens.
- Berikan semua informasi yang diperlukan oleh audiens : Ujilah kelengkapan pesan yang dikirim dengan berpedoman pada 5 W + 1 H (Who, What, Why, When, Where, dan How).
- Pastikan bahwa informasi yang diberikan akurat: Dalam bisnis, ketepatan informasi harus dipastikan terlkebih dahulu sebelum membuat komitmen tertulis. Kaji ulang tanggal,jadwal, asumsi, perhitungan matematika,atau keuangan untuk memastikan keabsahannya.
- Tekankan gagasan yang paling menarik bagi audiens: Diantara beberapa gagasan yang disampaikan, lakukan penekanan pada gagasan yang paling menarik perhatian audiens.
7) Memuaskan kebutuhan emosional dan
praktis Audiens : Pesan yang bbertujuan membujuk dan bekerja sama seringkali
gagal mengubah keyakinan atau perilaku audiens. Hal pentingb yangb harus
diingat bahwa pesan bisnis disampaikan kepada audiens yang juga melakukan
kegiatan bisnis. Untuk mencapai tujuan komunikasi, diupayakan agar pesan bisnis
menggunakan pendekatan emosional audiens, terstruktur, rasional, serta disusun
dengan format yang menarik.
IV. Penentuan Ide Pokok
Setelah
menganalisis tujuan dan audiens, selanjutnya adalah menentukan cara mencapai
tujuan tersebut. Setiap pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu
Ide Pokok.
Sebelum
menentukan ide pokok hal – hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih
dahulu
adalah
:
1).
Teknik Curah Pendapat
beberapa
teknik curah pendapat yang dapat digunakan antara lain :
1. storyteller’s tour
2. random list
3. cfr (conclusions findings recomendation)
worksheet
4. journalist approach
5. quetion and answer approach
2).
Pembatasan Cakupan
Penyajian
informasi rutin terhadap audiens hendaknya menggunakan kata – kata yang
singkat. Ide pokok dari pesan – pesan disesuaikan dengan waktu yang tersedia
sehingga poin yang penting tidak terabaikan selain itu ide pokok yang
disampaikan harus mudayh dimengerti dan diterima oleh audiens.
V. Seleksi Saluran dan Media
Pesan-pesan
bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui
dua saluran, yaitu saluran lisan dan tertulis. Pilihan mendasar antara
berbicara atau menulis tergantung pada tujuan atau maksud pesan, audiens dan
karakteristik dari kedua saluran komunikasi tersebut.
·
Saluran
komunikasi lisan
- Komunikasi lisan merupakan saluran yang palinhg banyak di gunakan dalam bisnis, komunikasi itu antara lain, percakapan antara dua orang secara langsung (tatap muka), melalui telpon, wawancara, pidato, seminar, pelatihan, dan presentasi bisnis. Saluran itu di sukai karna sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan umpan balik (feed back).
·
Saluran
komunikasi tertulis
- Pesan-pesan tertulis dalam bisnis di buat dalam berbagai bentuk, misalnya surat, memo, proposal, dan laporan. Pilihan kata dalam pesan tertulis duilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan nada sopan dan bersahabat, kekurangannya adalah umpan balik secara langsung yang tidak bias di peroleh dengan waktu cepat.
Komentar
Posting Komentar