Pengantar Akuntansi

Aset adalah elemen neraca yang akan membentuk informasi semantik berupa posisi keuangan jika dihubungkan dengan elemen neraca yang lain yaitu modal dan kewajiban.

Liabilitas merupakan pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aset atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi pada masa sebelumnya.

Pengertian Modal

Modal merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu: selisih antara aset dan liabilitas yang ada. Sumber modal yang utama adalah
  1. Pemilik (disetor)
  2. Hasil usaha
Sedangkan, sumber modal lainnya, adalah:
  1. Sumbangan
  2. Revaluasi
Modal dalam neraca harus dilakukan sesuai dengan ketentuan pada anggaran dasar perusahaan dan peraturan yang berlaku serta menggambarkan hubungan keuangan yang ada. Secara lebih lengkap rincian modal, antara lain, terdiri dari:
  1. Modal saham, meliputi saham preferen, saham biasa dan perkiraan tambahan modal disetor. Saham trasuri adalah saham yang telah dikeluarkan oleh perusahaan dan dibeli kembali; dilaporkan disisi pasiva sebagai pengurang modal, bukan disisi aset sebagai surat berharga atau investasi.
  2. Tambahan modal disetor, yang terdiri dari: (a) agio saham, (b) pembelian kembali, (c) penjualan kembali, dan (d) perbedaan kurs modal disetor
  3. Laba yang ditahan, merupakan rekening untuk mencatat akumulasi hasil usaha periodik; jadi tidak boleh di debit atau di kredit karena transaksinya bukan merupakan kegiatan usaha perusahaan.
  4. Revaluasi aset tetap, merupakan penilaian kembali atas aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan jika aset tetap direvaluasi (PSAK 16), maka akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi tersebut diperlakukan sebagai berikut:
  • Disajikan kembali secara proforsional dengan perubahan jumlah tercatat bruto aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan jumlah revaluasinya; atau
  • Dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut.
 Selain berbagai hal diatas perlu dipahami pula tentang kuasi organisasi, yaitu reorganisasi yang dilakukan dengan menilai kembali aset dan liabilitas pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif atau defisit. Prosedur ini digunakan untuk menata kembali modal yang dilakukan dalam hal perusahaan menderita kerugian terus menerus dan terdapat defisit jumlah yang sangat material. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menetapkan pencabutan PSAK (PPSAK) 51 tentang akuntansi kuasi Reorganisasi dimana hal ini akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013. Pencabutan itu didasarkan antara lain penetapan fair value accounting oleh standar akuntansi yang lain sehingga penerapan PSAK 51 tidak lagi diperlukan.



AKTIVA
Harta (aktiva) adalah sumber daya ekonomi perusahaan yang juga meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat transaksi sebelumnya dan mempunyai mafaat di masa yang akandating. Harta merupahkan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankanusahanya. Harta perusahaan ini dapat di bedakan atas kelancaran (likuiditas), yaitu hartalancar, investasi jangka panjang, harta tetap, harta tak berwujud, dan harta-harta lainnya.
1. Aktifa Lancar (current assets) 
aktiva yang diharapkan dapat dicairkan (diuangkan) tidak lebih dari 1 tahun/1 siklus akuntansi. Current assets  terdiri dari :
  • Kas (cash) : semua aktiva yang tersedia dalam kas perusahaan maupun yang disimpan di bank yang dapat di ambil setiap saat.
  • Surat Berharga (marketable securities) : pemilikan saham/obligasi perusahaan lain yang bersifat sementar, yang sewaktu-waktu dapat dijual kembali.
  • Piutamg dagang (accounts receivable) : tagihan perusahaan kepada pihak  lain(debitur) karena penjualan barang/jasa secara kredit.
  • Piutang wesel (notes receivable) : surat perintah penagihankepada seseorang atau badan untuk membayar sejumlah uang pada tgl yang telah ditentukan pada orang yang namanya disebut dalam surat.
  • Piutang pendapatan/Pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenue) : Pendapatan yang telah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya.
  • Persekot beban/beban dibayar dimuka (prepaid expenses) : pembayaran beban dibayar dimuka, tetapi belum menjadi kewajiban pada periode yang bersangkutan.
  • Perlengkapan (supplies) : seluruh perlengkapan yang di pakai demi kelancaran usaha, yang sifatnya habis pakai.
  • Persediaan barang dagang (merchandise inventory) : barang yang di beli dengan tujuan dijual kembali dengan mengharapkan mendapat laba.
2. Investasi jangka panjang (long term investment) 
adalah penanaman modal dalam perusahaan lain dalam jangka waktu yang panjang. Selain untuk memperoleh laba juga untuk mengontrol perusahaan tersebut.
3. Aktiva Tetap (fixed assets)
adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang pemakaiannya(umur ekonomis), lebih dari satu tahun, digunakan untuk operasi, dan tidak untuk dijual.  Contoh fixed assets :
a) Tanah(land)
b) Gedung/bangunan (building)
c) Mesin(machinery)
d) Peralatan toko (store equipment)
e) Alat angkut ( delivery equipment)
 f) Peralatan kantor (office equipment)
4. Aktiva tetap tak berwujud (intagible fixed assets) 
   Adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai namun tidak mempunyai bentuk fisik. Yang termasuk dalam intagible fixed assets :
a) Good will : nilai lebih yang dimiliki perusahaan karena keistimewaan tertentu.
b) Hak Paten : hak tunggan yang diberikan pemerintah kepada seseorang atau badan karena penemuan tertentu.
c) Hak Cipta : hak tunggal yang diberikan pemerintah kepada seseorang/badan karena hasil karya seni/tulisan/karya intelektual.
d) Merek dagang : hak yang diberikan pemerintah kepada badan untuk menggunakan nama & lambang bagi usahanya.
e) Hak sewa : hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam waktu yang panjang sesuai dengan kesepakatan.
f) Franchise : hak istimewa yang diterima oleh seseorang/badan dari pihak lain untuk mengkomersilkan formula,teknik, atau produk tertentu.
PASIVA

Pasiva adalah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan usaha kewajiban ini dibedakan menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.

Pasiva (liabilities) adalah kewajiban perusahaan yang harus dibayar kepada pihak ketiga (kreditur).Termasuk dalam pasiva (kewajiban yang harus dibayar) adalah Modal.
Pasiva (liabilities) sesuai dengan jangka waktu atau umurnya dibagi dalam:
           a) Utang jangka pendek (current liabilities)
           b) Utang jangka panjang (long term liabilities)
Utang jangka pendek
yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun. Yang termasuk utang jangka pendek di antaranya:
  • Utang Wesel/Wesel Bayar: yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.
  • Utang Dagang (Account Payable): utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.
  • Biaya-biaya yang harus dibayar: yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.
Utang jangka panjang (long term liabilities)
yang termasuk utang ini adalah semua utang yang pembayarannya relatif lama. Seperti utang obligasi (bond payable), utang hipotek (mortage payable), dan sebagainya.
Komponen terakhir dari pasiva adalah modal (capital). Modal/capital diperoleh dari selisih atau nilai lebih assets dengan liabilities. Nilai lebih ini merupakan hak dari pemilik perusahaan.

Secara teknis urutan penyusunan Neraca adalah sebagai berikut:
1. Menuliskan nama perusahaan.
2. Menuliskan jenis laporan, dalam hal ini Neraca.
3. Menuliskan saat keadaan keuangan perusahaan itu dilaporkan, misalnya tanggal, bulan dan tahun tertentu.
4. Menyajikan aktiva, kewajiban dan modal disusun sesuai dengan ketentuan, dan prinsip-prinsip akuntansi       Indonesia.

Penyusunan Neraca dapat dilakukan dalam 2 cara:
1. Bentuk laporan (Staffel)
2. Bentuk Scontro
Sumber penyusunan Neraca diambil dari kertas kerja lajur Neraca dengan ketentuan sebagai berikut:
1. untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet.
2. untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.
3. untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal


Debit dan kredit



Debit dan kredit adalah sebutan formal dalam pembukuan dan akuntansi. "Debit" dan "kredit" memiliki dua kegunaan.
Kegunaan pertama mereka adalah sebagai jenis perubahan. Contohnya adalah ketika seorang pembuku mencatat debit $500 ke dalam suatu akun. Kata "debit" adalah jenis perubahan, sementara $500 adalah ukuran perubahan.
Kegunaan keduanya ialah sebagai indikator saldo. Contohnya adalah ketika seorang pembuku berkata bahwa akun tersebut saat ini memiliki saldo kredit $2500. Kata "kredit" menandakan bahwa akun tersebut memiliki saldo kredit (lain dengan saldo debit).

Perbedaan Laporan Keuangan Dan Pelaporan Keuangan

Pelaporan Keuangan  meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

 utang adalah Kewajiban suatu badan usaha / perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat dari transaksi di masa lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal dan Jawaban Pilihan Ganda Tentang Komunikasi Bisnis

Artikel Bebas

Penulisan Bebas Artikel Tentang Ekonomi (Komunikasi Bisnis)